Motivasi
Hai, selamat datang di blogku ini,yang sekarang akan menceritakan kisahku.Semoga kisahku ini dapat memberi pencerahan pada kalian.
Oke,sekarang aku akan bercerita.
Namaku N.A .aku rahasiakan karena ini aib bagiku.Kisah ini berawal ketika aku masih kelas VIII di salah satu sekolah swasta di Kabupaten Cilacap.Aku tinggal bersama keluargaku yang terdiri dari ayah, ibu,dan satu adik perempuanku yang masih bersekolah SD kelas V.
Sebenarnya aku termasuk anak laki-laki yang termasuk anak yang baik-baik.Sholat alhamdulillah bisa full lima waktu, nurut sama orang tua,sopan karena banyak orang yang berkomentar kalau aku bertamu tidak neko neko,kalau bertemu orang lain suka menyapa, baca Al Quran juga lumayan lancar ,bahkan aku dipercaya oleh takmir masjid di dekat rumahku untuk mengajar di TPQ Masjid Al Islah,namun disinilah letak penyesalanku. Karena mengapa aku tidak memahami makna dari Al Quran yang ku baca sehingga aku terjerumus ke dalam kegelapan yang amat gelap.
Aku terjerumus kepada kemusyrikkan, imanku digoyahkan oleh syaiton lewat ke ambisiusanku. Aku berambisi bisa melihat setan, menangkap setan, punya kekuatan, mempunyai kerajaan ghoib, harga diri, reputasi. Namun dengan mengorbankan Aqidah ku. Nah,ini alasanku di awal mengapa aku menyesal karena tidak memahami makna dari bacaan Merekaan yang ku baca. Aku terjerumus ke dalam kemusyrikkan tanpa aku menyadarinya, karena apa? Karena aku menganggap ini hanya untuk mainan, hal ini hanya untuk aku perbudak.
Begini ceritanya.
Waktu aku baru selesai sholat Maghrib ,lalu aku masuk halaman sekolah adikku karena memang hanya bersebelahan dengan masjid, aku melihat sekumpulan anak laki laki sedang bermain, tanpa ragu aku mendekatinya. Namun sungguh aku terkejut setelah mendekat dan melihat dengan jelas bahwa mereka semua sedang bermain dengan ilmu ghaib. Mereka sedang mempraktekkan pertapaan untuk mendapatkan senjata pusaka ghaib seperti gadha, pedang bledheg, panah asmara, semar mesem, cincin naga, permata naga, bahkan sampai kekuatan dalam. Mereka tidak melakukannya hanya sekali dua kali. Mereka melakukan itu hampir setiap hari,namun kenapa aku baru melihatnya kali ini? Mungkin karena aku terlalu sibuk dengan urusan sekolahku sehingga aku tidak mengetahuinya selama ini.
Karena aku sering melihat pada akhirnya aku mulai tertarik, aku mulai membaur, bertanya tanya serta mempraktekkannya tanpa terlintas pikiran bahwa itu perbuatan syirik, karena aku hanya berpikir inikan hanya untuk bermain main bukan disembah sembah. Ku akui aku memang bodoh tapi inilah yang terjadi.
Itu dulu. Sebenarny ini cerita teman q tapi aq menggunakan sudut pandang orang pertama pelaku utama biar kalian mudah memahaminya....
Terima kasih....
Semoga bermanfaat....
Baca juga:
0 Response to "Motivasi"
Post a Comment